Sampah plastik merupakan salah satu masalah lingkungan yang mendesak di seluruh dunia. Dengan konsumsi plastik yang terus meningkat setiap tahunnya, permasalahan terkait sampah plastik telah menjadi isu global yang mempengaruhi ekosistem, kehidupan laut, dan kesehatan manusia.

Sampah plastik merujuk pada limbah yang terbuat dari bahan polimer sintetis yang tidak mudah terurai di alam. Plastik adalah material yang sangat umum digunakan dalam berbagai produk konsumen, mulai dari kemasan makanan hingga peralatan rumah tangga dan mainan anak-anak. Ketika tidak dibuang dengan benar, sampah plastik dapat menjadi polusi yang serius bagi lingkungan.

MI Raudlotul Wildan adalah salah satu Lembaga Pendidikan Dasar  yang terletak di jalan K. Abdul Jamil Gribigan Wedung. Jumlah siswanya sebanyak 260 siswa yang setiap harinya terutama di saat jam istirahat menikmati jajanan penjual di lingkungan madrasah  di bungkus dengan plastik.

Kalau kita hitung setiap harinya menggunakan bungkus plastik minimal 3 (tiga) plastic setiap anaknya, baik berupa kantong plastic atau gelas plastic.

1 hari              : 260 x 3                     = 780 plastik

1 bulan           : 25 hari  x 780          = 19500 plasik

1 tahun           : 12 bln  x 19.500     = 234.000 plastik

Dari plastic sebanyak itu semua masuk bak sampah dibuang dan di bakar.

Untuk menangani kasus sampah plastic tersebut, di samping digunakan siswa sebagai bahan untuk membuat hasta karya dari botol plastic atau gelas plastic, kini madrasah mempunyai Solusi lain untuk mengurangi sampah plastic tersebut yaitu siswa tiap mau jajan diwajibkan membawa wadah sendiri seperti mug, panci, gelas. Dari Solusi tersebut, alhamdulillah kini pengurangan sampah plastik sangat luar biasa, tempat sampah yang ada di depan kelas kini sampahnya sedikit sekali dan tidak berasal dari sampah plastik. (zai)

By zai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *